09 December 2009

Panduan Eksis dengan NP


Jauh sebelum Facebook merajalela seperti sekarang dan menciptakan fenomena ‘you are what your status on facebook’, hal serupa sudah lebih dulu muncul. Fenomena serupa biasanya muncul di milis-milis, utamanya milis yang berhubungan dengan musik meskipun kadang-kadang juga muncul di milis-milis lain khususnya yang usia anggota-anggotanya mencapai ‘usia mapan’ hehehe … Fenomena tersebut biasa disebut sebagai NP (kadang ditulis np atau n.p.) dan biasanya muncul di bawah signature e-mail alias bagian paling bawah dari e-mail. Lha NP sendiri adalah singkatan dari Now Playing, alias lagu/musik apa yang sedang didengarkan sang anggota milis sembari menulis e-mail. Lama-lama si NP kok jadi semacam etalase untuk menampilkan koleksi lagu/musik yang dipunyai anggota milis yang bersangkutan sekaligus sarana meningkatkan harkat dan martabat. Nah berikut saya tampilkan cara-cara menampilkan NP yang semoga bisa menaikkan harkat dan martabat Anda di mata anggota milis lain. Ya semacam do and don’t lah. Oya petunjuk ini sungguh tidak berguna bagi Anda yang tidak ingin meningkatkan harkat dan martabat selain karena Anda bukan orang yang gila hormat juga karena harkat dan martabat Anda sudah tinggi di mata anggota milis yang lain. Oke here we go
  1. Jangan sekali-kali menulis NP dengan artis dan lagu yang biasa dan cenderung, meminjam istilah anak sekarang, alay. Lha parameternya bagaimana? Gampang. Jika lagu tersebut sering muncul di acara-acara musik televisi yang sekarang lagi menjamur model Dahsyat, Inbox, Derings dan teman-temannya, maka niscaya lagu tersebut adalah lagu-lagu yang biasa saja atau, lebih sial lagi, alay.
  2. Perlu dihindari juga menuliskan NP berisi artis dan lagu yang, meskipun tidak alay, tapi sudah biasa banget. Misalkan Bon Jovi – Lay Your Hands on Me atau Metallica – Master of Puppet. Paling untung Anda akan dibilang old school, atau bisa-bisa ada tuduhan bahwa koleksi musik Anda cuma segitu-gitunya hehehehe ….
  3. Pilih lagu atau musik yang, menurut Anda, paling avant garde di antara koleksi lagu Anda. Misal Anda punya koleksi satu lagu dari Frank Zappa, maka tulislah lagu tersebut di NP. Perkara lagu tersebut bikin Anda harus menelan aspirin setelah didengarkan (saking ruwetnya) bukanlah masalah, yang penting status sosial Anda sudah mulai terdongkrak. Tapi jangan sampai satu lagu itu ditulis terus-terusan, bisa-bisa anggota milis lain akan mencibir koleksi Anda. Kalau uang Anda berlebih dan Anda tidak takut membuangnya demi kredibilitas di dunia maya, Anda bisa mulai memborong CD Frank Zappa di toko-toko terdekat (atau lewat amazon atau e-bay). Atau jika masih menyayangi tabungan Anda karena akhir tahun ini ada rencana liburan ke Bali atau Tawangmangu ada cara lebih murah yaitu Wikipedia. Salin saja seluruh diskografi Frank Zappa yang termuat di situ dan tulis sebagai NP (satu-satu tentunya jangan semua sekaligus). Resiko paling mungkin dari aksi ini adalah Anda bertemu seorang diehard fans Frank Zappa dan orang tersebut mengajak diskusi mendetail tentang karya-karyanya. Resiko lain adalah ada seorang anggota milis yang kebetulan pecinta film action kelas B dan mengira Frank Zappa adalah saudara Frank Zagarino. Kalau itu yang terjadi Anda berhak untuk tertawa sekeras mungkin karena jelas-jelas kredibilitas orang tersebut jauh di bawah Anda.
  4. Kalau Frank Zappa atau Crazy World of Arthur Brown terdengar masih kurang kredibel, Anda bisa coba menuliskan grup Djam Karet atau Orangutan di NP. Tentang lagu-lagunya saya tidak bisa memberitahukannya karena saya juga belum pernah denger lagu dari grup tersebut, Anda mungkin bisa cari referensi di progarchives atau tanya Kong Ali Gunawan yang super claro itu.
  5. Jika Anda tidak berani mencantumkan Frank Zappa atau Djam Karet atau grup/musisi avant garde yang benar-benar ada karena takut resiko yang sudah saya sebutkan di point 3, Anda bisa mulai mengarang nama-nama grup musik/musisi yang kira-kira terdengar avant-garde, claro dan prog markoprog (pinjem istilahnya Oom G). Rumusnya bisa membaurkan istilah-istilah astral, kedokteran, zoologi dan lain-lain sehingga nampak canggih. Atau jika masih terlalu susah bisa dicoba membaurkan nama-nama grup musik yang sudah ada. Misalnya Citizen of Dream Travelers atau Flocks of Pink Flamingos (eh yang terakhir malah kedengeran kayak grup new wave, hihihi …). Resiko tindakan ini adalah Anda akan ditanya tempat membeli CD grup ini jadi siap-siap saja menutupi satu kebohongan dengan kebohongan lain hehehe …
  6. Ciptakan sendiri satu koleksi vintage langka tapi aspal, misalkan Benyamin S feat Odink Nasution – Panjat-panjatan (bootleg version of Summer ‘78) atau Koes Bersaudara – Hidup di Bui (live version of Admiral Koesno party). Perkara nanti ketauan belangnya, karena Benyamin tidak pernah mentas di acara Summer ’78 dan lagu Hidup di Bui diciptakan setelah Koes Bersaudara ‘mondok’ di penjara Glodok gara-gara main di rumah sang admiral, resiko tolong ditanggung sendiri ya.
Last but not least, tulisan ini bukan berarti saya men-support kebohongan lho. Bagi Anda sekalian yang mau mempraktekannya, harap mengetahui dan menanggung sendiri resikonya ya.

gambar piringan hitam Waldjinah diambil dari sini

About me

  • Buruh pocokan dengan penghasilan pas-pasan dan ketertarikan (yang menjurus pada obsesif) pada internet, sejarah Perang Saudara Amerika, bangunan-bangunan tua (terutama yang sudah tidak terurus), komik, wayang orang, ejaan lama dan barang gratisan.