« Home | Cincha Lawra, Petjoek dan Sumpah Pemuda » | Tour de Buitenzorg » | Kata yang Hilang dan Bahasa yang (Kian) Asing » | Buku-buku yang …………. » | Iklan Minjak Ramboet » | Pindahan » | Tampilan Baru » | Air » | First Posting » | Billboard »

Daftar Dengar Bulan Kemarin

Terserah bagi yg mau nuduh saya snob, saya gak peduli :). Cuma karena bingung pengen ngisi blog tapi dapat idenya yang ini ya apa boleh bikin. Berikut daftar dengar saya selama sebulan kemarin


Abbhama – Alam Raya


Saya sungguh menyesal mendengar album ini. Menyesal kenapa gak dari dulu dengerinnya, hehehe ….. Keseluruhan track dalam album ini membawa pikiran berasosiasi ke film Indonesia tahun 70-an lengkap dengan pemuda berambut gondrong dan bercelana cutbrai putih, serta para pemudinya dengan rok balon dan rambut mengembang. Jangan lupakan juga adegan slow-motion yang begitu dramatik.


Chris Squire – Fish Out of Water


Satu-satunya album solo, setidaknya sampai saat ini, dari satu-satunya personil Yes yang tidak pernah keluar dari band legendaris tersebut. Oleh karena itu wajar rasanya jika ‘bau’ Yes sangat tercium di album ini, apalagi Bill Bruford dan Patrick Moraz ikut membantu album ini. Pertama kali mendengar album ini tahun 2002 di radio Rase, Bandung tapi tidak begitu komplit dan baru sekarang dapat satu album komplit. Recommended bagi penggemar prog-rock yang belum mendengarnya (mungkin cuma saya yang belum pernah dengerin album ini hehehe …)


Neuschwanstein – Battlement


Dapat album ini dari Pak Gatot. Sungguh mirip dengan Genesis era Peter Gabriel, terutama formasi puncaknya (meminjam istilah Pak Gatot, hehehe …). Cukup enak didengar, karena saya fans Genesis, tapi pada waktu yang bersamaan membuat berpikir kenapa tidak mendengarkan Genesis yang asli saja. Secara umum, cukup bersahabat dengan telinga tapi tidak menawarkan sesuatu yang baru dan mengejutkan.


Shark Move – Ghede Chokra’s


Album ini baru saya ketahui dari daftar 150 album yang dirilis Rolling Stones Indonesia beberapa waktu yang lalu. Versi digitalnya baru saya dapatkan atas kebaikan hati Pak Gatot sang dedengkot prog. Sungguh mengejutkan bahwa pada kisaran tahun itu para musisi Indonesia bisa menghasilkan karya yang menurut saya monumental dan hanya ‘kalah’ sedikit dibandingkan dengan Guruh Gipsy. Album ini sungguh sangat ‘tidak Indonesia’ (dalam arti yang bagus). Recommended untuk anak-anak sekarang agar mereka tahu bahwa musik Indonesia tidak hanya berarti Kangen Band, Radja atau Dewa (boleh pakai 19 boleh juga tidak) hehehehe


Yes – Fragile


Lagu-lagunya sudah tidak asing lagi di telinga cuma baru saja mendapatkannya dalam satu paket album utuh (ya, saya memang menyedihkan). Tentu saja tidak ada komentar lain selain kwereeen …. Roundabout, South Side of the Sky, Long Distance Runaround dan bonus track America (cover version dari lagunya Paul Simon) memang enak didengarkan sore-sore sambil minum teh dan makan nyamikan. Pokoknya bintang lima deh untuk album ini


Bill Bruford’s Earthworks – The Sound of Surprise


Salah satu project dari mantan drummer Yes dan mantan session drummer Genesis ini, anehnya, justru lebih menonjolkan porsi piano yang dimainkan Steve Hamilton (yang ternyata juga adalah seorang pemain poker profesional) dan saxophone yang dimainkan Patrick Clahar (pernah bergabung dengan Incognito). Permainan Bruford di album ini sendiri tidak terlalu istimewa dan tidak terlalu menonjol tapi secara garis besar album ini cukup menghibur. Apalagi untuk seorang yang awam jazz seperti saya :). Album ini tidak terlalu ruwet sekaligus tidak terlalu ringan (hehehe, bingung kan ?). Pokoknya cocok untuk didengarkan dalam perjalanan pulang dengan KRL


Pink Floyd – The Dark Side of the Moon


Ya ya ya, guilty as charged. Ngakunya penggemar prog tapi baru sempet dengerin TDSOTM sekarang. Dasar gak tau malu. Tapi mengesampingkan rasa malu dan (mungkin) pandangan sinis para kamituwa prog lainnya sungguh sejujurnya saya tergugah betul mendengar album ini secara penuh. Setelah sempat ‘takut’mendengarkan Pink Floyd gara-gara lagu Shine on You Crazy Diamond versi live, akhirnya diri ini menyadari bahwa PF bisa berkawan dengan kuping saya yang katro ini. Apalagi The Great Gig in the Sky yang bisa membikin dengkul bergetar saking yahudnya.


The Mars Volta – Frances the Mute


Sebelumnya saya penasaran berat sama grup ini gara-gara gelar band prog-rock terbaik 2008 yang dianugerahkan oleh majalah Rolling Stone pada mereka. Dan juga gara-gara kemropok baca interview Omar Rodriquez Lopez, gitaris band ini, dengan Rolling Stone yang kesannya kemaki banget, bahkan jauh lebih kemaki dari Ahmad Dhani atau Otong Koil. Lha mosok begitu beraninya dia meremehkan dan mengece Led Zeppelin, diamput tenan wis pokoke. Tapi begitu album ini saya pasang, aduh biyuuung, kok kayak gini musiknya. Terlalu banyak distorsi yang, menurut saya, tidak pada tempatnya. Bukannya saya anti distorsi, toh saya masih kuat dengerin Jimi Hendrix, Nirvana, Led Zeppelin ato band-band distorsi lainnya (atau mungkin contoh yang saya kemukakan kurang distorsi ?). Mungkin sementara saya simpan dulu untuk didengarkan lain waktu

Labels: , ,

hallo mas Adi,

terdampar lagi disini dari blog mas iman. sumpah kaget aku, kirain ada yang bikin blog atas nama silly juga. Pas liat foto mas Adi, jadi lega... ahhh, another 'silly thought' tohhh???, hehehe

apa khabar mas?, masih di prancis khan :P

prancis ? prapatan ciamis ? hehehehe ..... saya jg jd lega akhirnya ada yg komen di blog ini wakakakak ......

Mas Adi,
Frances The Mute memang harus didengarkan beberapa kali ... Memang banyak distorsi sih .. Musti diputer malem hari, volume samar2 dulu /... sambil nyruput kopi jahe tubruk ...

Haiyyahhhh.. ketauan amat mas angkatannya.. hihihi.. lagu2 jaman pitung yang didengerin.. mehehehe.. Tapi keren2 kok.. cuma kalo reviewnya lebih detail lebih oke tuh.. :D

Curang! Nunggu updatan lagu lagi belum ada. Ayo...

Post a Comment

About me

  • Buruh pocokan dengan penghasilan pas-pasan dan ketertarikan (yang menjurus pada obsesif) pada internet, sejarah Perang Saudara Amerika, bangunan-bangunan tua (terutama yang sudah tidak terurus), komik, wayang orang, ejaan lama dan barang gratisan.