Iklan Minjak Ramboet
Seorang teman dari sebuah milis djadoel mengirimkan gambar 'lucu' di samping ini. Meskipun out of context tapi bagi saya cukup menghibur. Apalagi saya termasuk pecinta ejaan dan struktur kalimat jadul (boleh tengok di profil saya). Dilihat dari ejaan Suwandi yang dipakai kemungkinan iklan ini berasal dari majalah yang terbit antara tahun 1947-1972. Tahun yang pasti belum ada konfirmasi, meskipun saya kuat menduga iklan ini dimuat sekitar tahun 1960-1970 (cuma menebak saja).Gambar iklan minyak rambut (or should I say 'minjak ramboet'? ) itu mengingatkan saya pada film-film Bing Slamet atau (yang lebih tua lagi) P. Ramlee. Ketika keren berarti rambut yang tersisir rapi hitam kelimis mengkilap dan ow, tentu saja, kumis yang juga tertata rapi (boleh njlirit kecil atau segede pisang ambon yang penting tertata rapi). Dan lihatlah tatapan mata sang 'model' yang campuran antara melirik menggoda bin flamboyan tapi tetap tegas macho bin maskulin.
Jika ditilik dari uniform yang dikenakan dan tempat kerjanya (yang berlatar rambu-rambu lalu lintas), sang 'model' tentunya adalah seorang polisi abdi negara nan disiplin dan tekun. Bapak polisi tentu adalah seorang perwira (minimal letnan) karena minyak rambut seperti itu jika dipakai mengatur lalu lintas di jalanan tentu akan membuat rambut jadi sarang debu.
Dan cobalah ditilik budi bahasa dari adpertentie tersebut. Sang biro iklan merasa perlu menyapa segmen yang dituju dengan 'Tuan'. Jauh sungguh dengan iklan-iklan yang dimuat jaman sekarang. Biro iklan sekarang tak perlu 'repot' memanggil segmen pelanggan produk yang diiklankannya dengan 'Tuan', cukup dengan 'Anda' atau malah 'kamu' jika segmennya anak muda. Di jaman dulu itu panggilan yang memuliakan, di jaman sekarang malah jadi berjarak.
Omong-omong iklan ini memunculkan dua tanda tanya besar di kepala saya :
1. Apakah sang model juga menggunakan minyak ini untuk merapihkan kumisnya ?
2. Dengan bentuk kemasan yang mirip balsem apa efeknya jika terjadi kasus keliru penggunaan (misal dalam kasus terburu-buru sehingga tidak sempat melihat etiketnya) ?

