16 November 2006

Tour de Buitenzorg

Setelah lama tertunda-tunda terus, akhirnya saya dan istri , sebagai pecinta kegiatan wisata yang murah meriah, dapat juga mewujudkan 'cita-cita' kami yaitu pergi ke Bogor. Khususnya untuk mengunjungi Museum Zoologi dan Kebun Raya Bogor (KRB). Selain takut jika kelamaan tidak diwujudkan pasti nanti akhirnya cuma jadi wacana (seperti terjadi pada rencana-rencana kami yang lain) juga karena gengsi takut keduluan Bush Jr, hehehe ...
Maka, pada suatu hari Sabtu yang agak mendung berangkat juga kami menuju Gambir. Rencananya kami ingin menumpang KRL eksekutif jam 07.44 tapi gagal karena persiapan sebelum keberangkatan dari rumah yang benar-benar complicated dan lama(terutama saat istri saya berdandan dan milih baju, hehehe). Akhirnya kami naik KRL jam 8.17, yang kenyataannya berangkat kira-kira jam 8.30 karena lalu-lintas kereta yang cukup padat pada jam-jam segitu.
Begitulah, kira-kira satu jam setelah diguncang- guncang dalam kereta yang sebenarnya cukup nyaman karena ber-AC (kurang begitu jelas apakah masih nyaman dinaiki saat jam-jam sibuk) sampai juga kami di Bogor. Hal pertama yang saya lakukan adalah menghirup udara dengan penuh kebebasan. Akhirnya terbebas juga dari teror asap polusi Jakarta. Tapi begitu keluar dari stasiun, lho (!) kok macetnya betul-betul ajegile. Angkot dan becak ngetem dengan enaknya, seolah-olah itu jalan bapak mertua mereka. Wah kesan pertama tidak begitu menggoda nih.
Setelah mengisi perut di gerobak nasi uduk pertama yang kami temui, akhirnya diputuskan untuk berjalan kaki menuju KRB. Begitu kami nongol di jalan Juanda kami langsung disambut pemandangan lapangan rumput nan luas dan istana yang megah berdiri. Yes, we're officially here in Bogor. Eh, tapi kok banyak bapak dan ibu polisi. Sebagian sibuk mengatur lalu-lintas, sementara yang lain mondar-mandir dengan muka serius atau duduk-duduk santai di trotoar depan pagar istana. Ooo, ternyata ada demo anggota HTI di depan balaikota. Wah kesempatan menguji kamera pinjeman nih, hehehe.
Karena niatan dari awal adalah berwisata ke Museum Zoologi dan KRB, bukannya nonton orang demo, sambil berjalan santai kami berusaha menemukan pintu masuk ke KRB. Setelah berjalan kaki lumayan jauh, disebabkan oleh kebegoan saya yang selalu salah baca skala peta, akhirnya kami sampai ke Museum Zoologi. Istri saya langsung jongkok di depan tukang teh botol sambil manyun. Capek katanya. Saya cuma bisa meringis.

Museum Zoologi Bogor ternyata benar-benar keren. Saya sebagai museum-mania (tapi cuma jadi anggota pasif milis Sahabat Museum) benar-benar terpuaskan melihat koleksi-koleksi satwanya. Istri saya yang penggemar berat segala hal yang berhubungan dengan kupu-kupu (kecuali ulatnya) juga terkagum-kagum melihat
koleksi kupu-kupu awetan. Saya lebih tertarik pada koleksi binatang-binatang besar, seperti harimau, banteng, badak dll. Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah awetan badak terakhir di Jawa Barat (mungkin juga di Indonesia) seberat 2 ton lebih. Sambil terkagum-kagum saya sempat terpikir-pikir, jangan-jangan nanti anak-cucu saya cuma bisa liat binatang-binatang eksotis ini di museum. Hiii, buru-buru saya tepiskan pikiran horor itu. Sayangnya karena ini adalah Indonesia, maka graffiti corat-coret tangan usil bin jahil adalah fitur yang umum ditemui di objek wisata. Tak terkecuali di sini. Heran deh, apa maunya sih ? Oya sebelum pulang saya sempatkan juga menengok kerangka paus biru yang jadi koleksi kebanggaan museum ini. Wuih, besarnya benar-benar beyond description. Pokoke guedhiii .....
Setelah puas di Museum Zoologi, kami menuju KRB. Wah dari luar saja sudah kebayang betapa gempor kaki ini kalo disuruh mengelilingi KRB. Jadi saya dan istri, meskipun kami berdua adalah pecinta berat pohon dan tanaman, tidak menetapkan target yang muluk dalam menjelajahi KRB ini. Sekuatnya saja. Lokasi-lokasi yang kami kunjungi antara lain : Lady Raffles Memorial, kuburan Belanda (yang ini kedoyanan saya, hehehe ...), Taman Teysmann (yang sungguh cantik nian dan menggoda bintang-bintang film India untuk berlama-lama menyanyi sambil joget ngiter-ngiter, hehehe ...), koleksi pakis (termasuk Pakis Naga yang ngetop itu), kolam air mancur yang di sekitarnya banyak dipakai orang pacaran, dan tentu saja objek wisata paling mutakhir dan heboh, yaitu helipad tempat Bush Jr & cs akan mendarat (sori nggak berani ambil foto takut jadi masalah, hihihi).

Setelah capek keliling-keliling (sempet iseng bikin foto polaroid segala) akhirnya kami memutuskan pulang ke Jakarta dengan KRL jam 14.00 (seperti biasa telat). Di kereta, saya memutuskan untuk turun di Stasiun Kota saja untuk disambung dengan bus TransJakarta. Pikiran saya di hari libur weekend seperti ini pasti kosong, lagipula saya ingin ambil foto Stasiun Kota yang terkenal sebagai stasiun tua nan indah itu. Tapi niat cuma tinggal niat. Melihat kesemrawutan stasiun saya sudah hilang selera untuk foto-foto dan melihat preman-preman timer angkot di sekitar stasiun saya tidak berani ambil risiko menghilangkan kamera orang (dan foto-foto kenangan piknik ke Bogor di dalamnya).
Dan perjalanan naik bus Trans Jakarta di hari weekend tentu nyaman bukan ? Salah
besar. Setelah berakrobat untuk sampai ke dalam terminal, kami pun harus berjuang keras masuk ke dalam bus. Wah ini kayak simulasi thawaf di depan Ka'bah aja, batin saya. Toh akhirnya, setelah semua kepusingan, kepegelan dan kesemutan kami sampai juga di rumah kontrakan. Meskipun capek total tapi kami puas dapat menemukan oasis kesegaran di tempat yang tidak begitu jauh dari Jakarta yang gersang. Next target ? Mungkin Kebun Binatang Ragunan. Sekarang saya mau istirahat dulu. Capek bin pegel.

Labels: , ,

About me

  • Buruh pocokan dengan penghasilan pas-pasan dan ketertarikan (yang menjurus pada obsesif) pada internet, sejarah Perang Saudara Amerika, bangunan-bangunan tua (terutama yang sudah tidak terurus), komik, wayang orang, ejaan lama dan barang gratisan.