« Home | Tampilan Baru » | Air » | First Posting » | Billboard » | Traffic Light » | Ditinggal-istri-syndrome » | RS Kadipolo » | Pilih yang Mana Yaaaa ? » | Ada Apa dengan Hari Ini ? » | Palsu tapi Enak »

Pindahan

Finally we moved to Jakarta. Yes sir, Anda tidak salah dengar. Jakarta, kota yang sering saya maki-maki (dan sekarang tambah sering karena semakin lama tinggal di kota ini semakin banyak keblangsakan yang saya alami), akhirnya saya pilih sebagai tempat untuk menetap (semoga tidak selamanya sampai saya beranak pinak dan bercucu cicit) bersama istri tercinta.
'Prosesi' perpindahan berlangsung hari Sabtu yang lalu, memanfaatkan libur panjang yang tersedia. Adapun rumah petak kontrakan yang sedianya menjadi tempat tinggal kami adalah, mulanya, sebuah ruangan ukuran kira-kira 3x11 meter yang kemudian disekat menjadi tiga ruangan yang lebih kecil dengan multipleks. Dua ruangan di depan bisa dengan bebas 'ditafsirkan' menjadi ruang tamu dan kamar tidur (merangkap ruang 'kerja', ruang makan, ruang baca dan ruang-ruang lain yang sekiranya dibutuhkan). Sementara ruang paling belakang mutlak dijadikan dapur dan kamar mandi (yang juga merangkap menjadi tempat mencuci).
Awalnya saya agak sedih juga mengajak istri pindah ke tempat seperti ini. Apalagi dengan harga yang cukup bikin kepala dan dompet nyut-nyutan (dua kali lipat harga sewa rumah di Bandung). Bukannya rumah di Bandung lebih mewah. Dari segi ukuran sepertinya tidak begitu jauh berbeda, cuma rumah kontrakan di Bandung lebih cerdas dalam pembagian ruangnya sehingga nampak lebih lapang. Dan oya, kamar mandi & dapur yang lebih luas dan leluasa (kamar mandi rumah kontrakan kami di Pancoran, Jakarta bagian Selatan, cuma bisa dipakai untuk mandi berdiri memakai pancuran yang airnya muncrat dengan tersendat-sendat). Tapi begitu melihat istri yang nyaris tanpa komplen menerima situasi dan kondisi seperti ini, saya jadi berbesar hati lagi. Meski kadang suka sedih juga kalo mengingat istri saya selama ini dibesarkan di rumah yang luas plus berpekarangan luas dengan pohon buah-buahan.
Tapi ya apa boleh buat. C'est la vie toh ....... Jadi nikmati saja hidup di Jakarta. Siapa tau di sini bisa kopdar sama mbah Gombal a.k.a. oom Kere Kemplu, hehehehe

selamat atas pindahannya.

lam kenal. met gabung dg blogfam. acc membernya sdh diaktifkan. ditunggu sapa nya di perkenalan ya.

Salam kenal ya, dan welcome to Jakarta.. wuih mantab-mantab..

Met datang juga di Blogfam, selamat bergabung ya.. happy posting.. wuihiiii,, mampir-mampir ke blog aku

ke poon di depan rumah gw, iya betuuul ke punya emakgw neh

halo Adi...
salam kenal & met gabung di blogfam ya
waaaaaaaah pecinta ijo ya? sama kalo gitu ;)

Mas Adi, semoga betah di Jakarta. Saya paling "takut" sama kota yang satu ini, dan sampai sekarang nggak mau tinggal di sana.

Terima kasih sudah mampir ke tempatku. Senang bisa kenal dengan kolektor seperti Mas Adi. :)

lho kolektor apaan nih? kolektor dosa? hehehe .........

Post a Comment

About me

  • Buruh pocokan dengan penghasilan pas-pasan dan ketertarikan (yang menjurus pada obsesif) pada internet, sejarah Perang Saudara Amerika, bangunan-bangunan tua (terutama yang sudah tidak terurus), komik, wayang orang, ejaan lama dan barang gratisan.