« Home | First Posting » | Billboard » | Traffic Light » | Ditinggal-istri-syndrome » | RS Kadipolo » | Pilih yang Mana Yaaaa ? » | Ada Apa dengan Hari Ini ? » | Palsu tapi Enak » | Gara-gara Teknologi Digital » | Sore-sore dengan Jazz eh ... Jezz »

Air

Kemarin adalah Hari Air Sedunia tentu sudah banyak yang tahu. Orang-orang tua di kampung saya kemungkinan besar pada belum tahu dan kemungkinan besar akan terheran-heran wong cuma air saja kok pada diperingati. Diurusin pula oleh badan selevel PBB (itu pun kalo mereka tahu PBB, hehehe ...). Tapi justru itu yang jadi pangkal persoalan. Dulu, di kampung saya air adalah sesuatu yang take it for granted (maap kemlinthi sok inggris). Air itu sudah seperti udara. Ada setiap saat kita membutuhkan tapi sering-sering membuat kita lupa mensyukurinya.

Lha, sekarang bagi orang-orang yang tinggal di kota besar (yang saya yakin sebagian besar di antaranya juga urbanis-urbanis van kampung seperti saya) seperti Jakarta, air (bersih) tak pelak lagi merupakan berkah yang harus diusahakan betul kehadirannya di rumah, karena semakin langkanya barang satu itu. Saya membayangkan suatu saat pencarian keberadaan sumber daya air mesti melalui suatu proses yang rumit bin njlimet seperti pencarian minyak atau gas atau bahan tambang lainnya, hiiiiiiiiii syerem banget ....

Nah, kok kebetulan kemarin bertepatan dengan Hari Air Sedunia saya menemukan berita serem di Kompas Cyber Media. Katanya air minum yang dilanggan oleh penduduk Jakarta adalah air yang tercemar limbah kotoran sapi. Yaiks ..... 'untung' di tempat kost saya masih menggunakan air dari sumur pompa (tapi bukan jaminan juga tidak tercemar oleh polutan lainnya). Tapi tak urung ini memunculkan keprihatinan juga, wong ibaratnya orang jualan kok ya jualan barang busuk. Tambahan lagi kalo untuk urusan menjamin hajat hidup yang paling dasar saja para pengelola negara ini tidak sanggup (seingat saya, perusahaan air minum tuh badan usaha milik negara dan penjaminan hajat hidup warga negara sudah diamanatkan oleh undang-undang) ya sudah mending bubar saja sono .....

Berita yang dimaksud :
- Jangan "Buang Air" Sembarangan - KCM tanggal 21 Maret 2006

pak adi yang rada nggak lucu,
asli saya rada tersentuh membaca tulisan sampeyan yang koclak ini. lha daripada minum banyu sapi di jakarta, gimana kalo ngikut saya transmigrasi aja?

oom tonny yg transmigran & sekaligus urbanis, saya takut kl disuruh ikut transmigrasi ke sono. nanti disuruh ikut nungguin sumur juga kayak sampeyan ? :P

wah... jangan miara prasangka baek begitu donk sama pemerintah. sejak setahun lalu, udah ada undang-undang tentang sumberdaya air yang intinya negara menjamin komersialisasi air (yang bukan sekadar air kemasan, tapi juga boleh jual PDAM ke perusahaan swasta asing). aneh, negara tak berpihak pada ra'jat

Pak Adi,
tentang "air" ini, inspiring buanget buat saya.

Post a Comment

About me

  • Buruh pocokan dengan penghasilan pas-pasan dan ketertarikan (yang menjurus pada obsesif) pada internet, sejarah Perang Saudara Amerika, bangunan-bangunan tua (terutama yang sudah tidak terurus), komik, wayang orang, ejaan lama dan barang gratisan.