14 February 2006

Billboard


HARI Minggu kemarin kebetulan menemukan gambar billboard unik ini di internet. Lucu dan catchy, meskipun potensial untuk diprotes kaum pecinta sejenis dan dipertanyakan keasliannya (maksudnya apa bener-bener ada atau cuma hasil utak-atik Photoshop). Oya, turut mengucapken Selamet Hari Palentin (biarin telat .....)

Foto billboard diambil dari dribbleglass.com

11 February 2006

Traffic Light

Siang ini lampu lalu lintas alias traffic light (kalo orang tua-tua di kampung saya menyebutnya 'lampu bang-jo') di pertigaan Ganesha-Dago mati lagi. Padahal selama tiga malam belakangan ini setiap saya lewat lampu lalu lintas itu sehat-sehat saja (yang tidak sehat, seperti biasa, adalah lampu penerangan jalan raya yang pajaknya tiap bulan ikut saya tanggung). Sepengetahuan saya, lampu lalu lintas di pertigaan itu adalah yang paling sering tidak berfungsi. Makanya saya agak senang ketika selama tiga malam berturut-turut mendapati lampu itu berfungsi kembali. Tapi sekarang ia kembali ke tabiatnya semula, padahal ini weekend, saat-saat lalu lintas Bandung berpotensi untuk makin semrawut. Pola pikir saya yang agak paranoid dan
terobsesi dengan teori konspirasi memunculkan prasangka buruk kepada para polisi swasta yang berinisiatif operasi mengatur lalu lintas (jangan ditanya hasilnya, kadang-kadang jadi tambah semrawut wong mereka belum pernah sedetik pun ikut training camp resmi tentang pengaturan lalu lintas). Jangan-jangan lampu lalu lintas itu pada diprithili kabelnya sama mereka supaya macet lagi dan mereka panenan lagi, mumpung sedang weekend. Ah ... tapi tidak baik menuduh orang. Omong-omong, tanggung jawab pengelolaan lampu lalu lintas sebenarnya ada di tangan siapa sih ? Polisi, DLLAJR, Pemkot, PLN atau siapa ? Ada yang tahu ?

Foto lampu lalu lintas diambil dari ZZZ online

04 February 2006

Ditinggal-istri-syndrome

Gara-gara euphoria CPNS akhir-akhir ini, terpaksalah saya relakan istri tercinta 'parkir' di kampung dulu. Katanya mau ikut seleksi CPNS Pemkot tanggal 28. Ya udin, mau tidak mau harus balik lagi jadi bujangan. Entah saya yang terlalu cengeng atau masalah kebiasaan saja, ternyata kembali jadi bujangan cukup berat dan melelahkan juga (halahhh, hiperbolik !). Ada beberapa hal yang saya tengarai sebagai gejala-gejala ditinggal-istri-syndrome stadium awal, antara lain :

Celana Jeans yang Tidak Ganti-ganti

Ya, ini kebiasaan buruk jaman bujangan yang kambuh lagi gara-gara istri tidak di tempat. Biasanya yang paling cerewet soal kebersihan celana ya dia itu. Walhasil, demi alasan kepraktisan dan kemalasan mencuci 'terpaksa' saya pakai terus celana jeans dekil ini. Sampai kapan ? Ya sampai bosen dan bau (hiiii, nggilani ..... )



I Have to Do My Own Laundry

Lha, ini tentu terkait dengan gejala yang pertama tadi. Istri saya yang perkasa dalam hal cuci-mencuci sedang tidak ada di tempat, so I have to do my laundry in the very first day I arrived in Bandung. Rada puyeng bin jengkel juga, begitu tiba di Bandung langsung disambut gunungan cucian (maklum, kemaren perginya buru-buru, jadi gak sempet nyuci dulu). Untuk urusan mencuci sih tidak begitu masalah karena ada mesin, yang paling males adalah ........ menjemurnya sodara-sodara. Dan jangan dikira setelah dicuci trus masalah jadi selesai, soalnya begitu cucian kering sudah menunggu kerjaan yang lain yaitu menyetrika. Oh my God .........

Rumah jadi Berantakan

Maafkan diriku, istriku, jika rumah jadi mirip gudang begitu engkau tinggal. Itu karena diriku tidak sempat beres-beres akibat mesti beresin dulu lamaran CPNS ke Lemigas dan Unpad, sembari bertempur melawan sakit perut yang sepertinya tidak sembuh-sembuh juga. I'm so sorry darling ...........




Menu Makanan yang Monoton

Istri saya, biarpun suka bereksperimen dalam membuat makanan-makanan non-standar di dapur, selama ini selalu saya andalkan dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Tanpa dia saya harus mengaktifkan kembali peranan warung-warung di sekitar rumah dan kantor sebagai penunjang kebutuhan primer ini. Sialnya, duit di kantong dan dompet kok ya lagi cekak. Jadi lebih sering lari ke telur mata sapi made in sendiri. Untungnya beras masih ada beberapa kilo jadi bisa menanak nasi sendiri. Lumayan, buat pengiritan .....

RS Kadipolo


BANGUNAN bekas rumah sakit milik Kraton Kasunanan Surakarta ini kondisinya semakin memilukan saja. Tidak nampak sama sekali bahwa dulunya tempat ini adalah sebuah rumah sakit yang semestinya bersih dan steril. Sekarang kondisinya nampak sangat kumuh, tidak terawat dan horor. Mungkin cocok untuk dijadikan lokasi syuting 'Dunia Lain' atau 'Pemburu Hantu' (eh, acara-acara itu masih tayang gak sih ?). Dulu, kira-kira 10 atau 15 tahun lalu, (seingat saya) rumah sakit ini pun sudah berhenti beroperasi tapi bangunannya masih dipakai sebagai tempat praktek dokter swasta. Jadi setidaknya masih ada yang berkepentingan merawat dan membersihkannya. Sekarang ? Sudah berubah jadi tempat berjualan koran, lokasi parkir tidak resmi (baik untuk mobil atau gerobak), ruang praktek penjahit jalanan dan garasi becak. Apa pemerintah kota Surakarta tidak terpikir untuk menyelamatkan aset bangunan tua ini ?

About me

  • Buruh pocokan dengan penghasilan pas-pasan dan ketertarikan (yang menjurus pada obsesif) pada internet, sejarah Perang Saudara Amerika, bangunan-bangunan tua (terutama yang sudah tidak terurus), komik, wayang orang, ejaan lama dan barang gratisan.