« Home | Gara-gara Teknologi Digital » | Sore-sore dengan Jazz eh ... Jezz » | I'm f**kin' Riiiiiiiichhhhhh ........... » | Korban Konsumtivisme » | Korban » | US Wars Part 1 » | The Mac Syndrome » | Misscomunication » | Identity Crisis » | Pintaku »

Palsu tapi Enak

Kalau Oom Kere menyatakan di sini bahwa cover version 'Juwita Malam'-nya Ismail Marzuki yang dibawakan oleh Slank ternyata enak di kuping, saya tidak bisa tidak mengamini juga. Malahan, rada bikin surprise juga, kok ternyata Slank bisa bawain lagu dengan enak juga (hehehe, muhun maap buat para Slankers ...). Soal cover version yang 'barang palsu' itu bagi sebagian orang mungkin mengundang sinisme. Saya maklum juga karena banyak sekali lagu-lagu cover version bermutu sampah. Tapi, lho, ternyata banyak juga yang tidak kalah asyik, untuk beberapa kasus malah lebih asyik, dibanding versi aslinya. Berikut ini beberapa lagu 'cap koper' yang tak kalah yahut dengan lagu aslinya (setidaknya versi saya) :

Detroit Rock City - Mighty Mighty Bosstones (album Kiss My Ass, tribute to KISS)

Aslinya lagu berirama rock cadas ini dibawakan oleh grup rock bertopeng KISS, tapi di tangan grup asal Boston ini diplesetkan jadi ska-core dengan ensembel tiup yang, anehnya, mengingatkan saya pada irama musik Soneta group pimpinan Bang Haji Rhoma Irama (eh, ada yang bisa kasih tau nama-nama anggota Soneta group selain Bang Haji ?). Walhasil, setiap kali mendengar lagu ini, saya jadi cekikikan sendiri. Vokalnya gahar bin cadas tapi brass section-nya berasa agak ke-dangdut-dangdut-an. Apalagi pas bagian interludenya, yang aslinya dibawakan oleh sayatan gitar ala rock metal, tapi di tangan the Bosstones diganti jadi tiupan saksofon & trombon yang (menurut kuping saya) mengundang untuk berjoget, hihihi ... Oya Migthy Mighty Bosstones juga pernah meng-cover lagunya Metallica (Enter Sandman), Van Halen (Ain't Talkin' 'bout Love), Aerosmith (Sweet Emotion), Bob Marley (Simmer Down) dan beberapa grup/penyanyi lain yang, anehnya, kurang begitu ngetop dibanding mereka sendiri.

Perfect Strangers - Dream Theater (album A Change of Season)

Setengah dari album ini adalah cover version dari grup-grup dan penyanyi yang, konon, memberi pengaruh bagi musik mereka, yaitu Elton John, Deep Purple, Led Zeppellin, Pink Floyd, Kansas, Queen, Journey, Dixie Dregs dan Genesis (yang 'sayangnya' diwakili oleh 'Turn It On Again', coba kalo 'Firth of Fifth' pasti akan lebih cespleng hehehe ...). Tapi favorit saya tetep Perfect Strangers meskipun di lagu ini DT (singkatan dari Dream Theater lho ya, bukannya Daarut Tauhid-nya Aa Gym) tidak terlalu memberi interpretasi yang agak berbeda dalam menyampaikannya. Singkatnya, DT membawakannya hampir persis dengan Deep Purple (vokal James LaBrie di banyak bagian pun mirip banget dengan Ian Gillan), tapi saya tetep ngeyel bahwa lagu cover version ini cukup layak untuk didengarkan berulang kali. Eh, tapi ternyata DT cukup rajin lho membawakan lagu orang, bisa dilihat di sini.

Release, Release - Shadow Gallery dan Turn of the Century - Steve Howe & Annie Haslam (album Tales of Yesterdays : A View From The South Side Of The Sky)

Album ini adalah tribute album untuk Yes. Dari album ini ada dua lagu yang menurut saya sangat sedap untuk didengarkan. Yang pertama adalah Release, Release dari Shadow Gallery (aslinya dibawakan Yes dalam album Tormato). Alasannya adalah waktu itu saya lagi keranjingan albumnya Shadow Gallery, Carved in Stone (kebetulan keluar di tahun yang sama, 1995) hehehe ... Sebuah alasan yang mungkin kurang begitu objektif. Tapi ya begitulah, namanya juga selera, pasti deket-deket dengan yang namanya subjektif to ? Karakter vokal Mike Baker di sini agak nyrempet-nyrempet karakter vokalnya Jon Anderson, hanya saja terasa lebih nge-rock dibandingkan dengan vokal Jon Anderson yang melayang dan menghanyutkan. Angelic voices, kata beberapa pengamat musik soal karakter vokal si Jon ini (eh, emang ada yang pernah denger suara malaikat ?). Lagu kedua yang tak kalah enak adalah Turn of the Century yang dibawakan dengan baik dan (sepertinya) penuh penghayatan oleh Annie Haslam (mantan vokalis band Renaissance) dan Steve Howe (aslinya ada dalam album Going for the One). Dentingan lembut gitar akustik dari Steve Howe (yang adalah salah satu pencipta lagu ini) berpadu dengan vokal Annie Haslam yang bening dan tinggi seperti Jon Anderson, ditambah dengan sentuhan feminin (yang tidak dipunyai Jon) yang, menurut saya, menjadikan lagu ini lebih syahdu dibanding versi aslinya.
Wah, udah sore nih. Sementara itu dulu ya, nanti jikalau ada waktu, kesempatan dan niat disambung lagi ....

wuahhh... kelas berat nih. keep rockin' bung! :)

ahhh ... si oom bisa aja, cuma selera marginal semata kok oom

Entah kenapa, saya koq lebih suka DT bawain cover version. Mungkin krn group yg di-cover adalah group2 yg saya suka ya.

Beberapa cover version album dari DT yg saya suka :
1.Dark side of the moon..Pink Floyd
2.Number of the beast..Iron Maiden
3.Made in Japan..Deep Purple

Mas Adi,
Kalo saya justru tertarik beli CD dari kompilasi ini karena denger lagu DON'T KILL THE WHALE yang gokil abis dibikin disko ama Magellan .. tapi huenaaak tenaaaaaaaaaaannn!!!

Salam,
G

kl saya lbh tertarik annie haslam-nya Pak Gatot. lbh syahdu & mak nyus begitu. waktu mengcover ripple-nya genesis jg rasanya menghanyutkan jiwa *halah*

Mas kalo pengen dengerin lagu2 cover version maen kesini deh, banyak banget lagu cover version various artist various song di www.lagucover.blogspot.com dijamin mantaf

Post a Comment

About me

  • Buruh pocokan dengan penghasilan pas-pasan dan ketertarikan (yang menjurus pada obsesif) pada internet, sejarah Perang Saudara Amerika, bangunan-bangunan tua (terutama yang sudah tidak terurus), komik, wayang orang, ejaan lama dan barang gratisan.