« Home | Pintaku » | Malam Penantian Panjang, Sepi dan Tak Berteman » | Hatimu (?) » | Jarum Hujan » | Senjaku, sendiriku » | Perjalanan » | Api,Api,Api !!! » | Mangir » | A Brief Discussion about Most Ancient Lie » | Kurusetra »

Identity Crisis



SPOILER ALERT !!!

Fiuuuu …….., akhirnya menulis juga. Setelah sekian lama cuma jadi angan-angan doang.
Baru ‘rampung’ membaca Identity Crisis (sebenernya jg udah rada lama ding, hehehe), satu mini seri yang mengguncang DC universe akhir-akhir ini. Komik ini ditulis oleh salah satu pengarang novel laris di US sono, Brad Meltzer, dan digambar oleh salah satu talent terbaik di jagat komik, Rags Morales. Eh, tunggu-tunggu, Brad who ? Yah, saya tidak menyalahkan anda kl belum pernah mendengar nama bapak ini, wong saya juga (sumprit) belum pernah denger (apalagi baca) novelnya barang satu pun (wah, ketauan bukan avid reader niiii ….. cuman ngaku-ngaku thok hehehe …). Tapi denger-denger salah satu novelnya, ‘The Tenth Justice’, termasuk salah satu novel laris di US.
Enough about that, mari kita sedikit mereviewnya. Premis ceritanya sederhana sebetulnya. Sue Dibney, istri Ralph Dibney a.k.a Elongated Man (salah satu anggota JLA), pada suatu hari ditemukan meninggal dengan tubuh terbakar. Tragisnya, hal tersebut terjadi sesaat sebelum perayaan ulang tahun Ralph dan, found out later, bahwa Sue sedang dalam keadaan mengandung. Ternyata kejadian yang di permukaan nampak sebagai pembunuhan biasa, memunculkan beberapa efek domino di belakang. Bermula dari kecurigaan Elongated Man terhadap Dr. Light sebagai tersangka utama pembunuh istrinya. Ini didasarkan pada pemerkosaan yang pernah ia lakukan pada Sue beberapa tahun yang lalu di JLA Watchtower.
Pencarian delapan anggota JLA (Elongated Man, Green Arrow, Atom, Hawkman, Zatanna, Flash, Green Lantern dan Black Canary) mempertemukan mereka dengan pembunuh paling ditakuti (dan juga paling hype saat ini, hehehe …) di DC universe, yaitu Slade Wilson a.k.a Deathstroke. Pertarungan mereka berdelapan (yang nyaris saja kalah !) dengan Deathstroke mengembalikan ingatan Dr. Light bahwa ia pernah di-mind wipe dan dengan demikian membawa isu tersebut ke seluruh super villain (kelanjutan isu ini dibahas di mini seri Villains United). Pada akhirnya juga ketahuan bahwa bukan cuma Dr. Light yang di-mind wipe malam itu. Batman yang memergoki teman-temannya sedang ‘melobotomi’ Dr. Light marah besar, dus memaksa Zatanna untuk juga menghapus ingatan Batman tentang kejadian malam itu. Lobotomi atas Batman itulah yang nantinya akan menjadi fundamental dari alur Crisis of Conscience, yang kemudian berujung pada Infinite Crisis (by now, denger-denger udah beredar dua nomor dari mini seri ini).
Meltzer berhasil meramu ketegangan cerita detektif (yang membuat kita tidak sabar untuk membaca nomor demi nomor) dan politik antar anggota JLA terkait isu mind-wipe (yang pada akhirnya akan dikembangkan menjadi suatu mini seri baru dan digembar-gemborkan ‘akan merubah DC universe selamanya’) dalam mini seri sepanjang tujuh nomor ini. Art dari Morales pun cukup bagus, meskipun kadang ia kurang konsisten dalam hal kualitas. Mau bukti ? Ini ada contoh di mana Superman bisa berubah menjadi Giraffe Man, hehehe ……

IMHO, mini seri ini cukup bagus. Hal yang patut disayangkan justru adanya plot-plot sekunder yang tidak tuntas dibahas sehingga malah jadi mengganggu. Seperti soal Captain Boomerang dan anaknya. Cerita detektifnya pun cukup banyak flaw-nya (meskipun belum cukup untuk dikategorikan lousy seperti komentar beberapa anggota milik komik alternatif), seperti masalah yang dipecahkan dengan cara ‘meneropong’ otak Sue, kalau saja mereka sabar menanti hasil otopsi toh krisis ini tidak akan mungkin terjadi (dus tidak akan berujung pada Infinite Crisis, hehehe …), juga penyelesaian soal pembunuhan Sue yang terkesan gampangan. Penjelasan-penjelasan yang diberikan di akhir cerita rasanya kok masih kurang sreg. Apakah untuk ‘mengirim pulang’ para superhero agar bisa kelon di rumah dengan istrinya perlu sampai membunuh seorang istri superhero yang lagi hamil, ayah seorang sidekick dan seorang villain veteran ? Dan yang paling mengganggu pikiran adalah, kenapa Batman bisa jadi begitu marah ketika memergoki teman-temannya, para anggota JLA, me-mind wipe Dr. Light ? I don’t have any idea about this, mungkin ada yang bisa bantu ?
Well, pada akhirnya justru pro-kontra ini yang membuat mini seri Identity Crisis begitu menggebrak dunia perkomikan. Mungkin tidak seground-breaking Watchmen atau Dark Knight Return, tapi fundamental yang diberikan kepada cerita krisis yang lebih luas di DC universe adalah satu strategi bisnis yang bukan main-main. Seperti diketahui mega event Infinite Crisis menghasilkan empat mini seri (masing-masing enam nomor) pre-crisis, yaitu Day of Vengeance, The Omac Project, Rann-Thanagar War dan Villains United, dan beberapa tie-in dari serial-serial yang terbit secara reguler (seperti misalnya Wonder Woman dan Firestorm), belum lagi nomor-nomor Crisis of Conscience dan Infinite Crisis. All in all, Identity Crisis memang worth untuk dibaca, sayangnya hanya tersedia versi hardcover (dengan harga selangit) dan tidak (atau belum ?) ada versi TPB dengan harga yang lebih ekonomis. Untungnya saya baca yang versi digital hehehe …. Memang DC universe pasca Identity Crisis will never be the same. Oke deh, selamat hunting dan baca Identity Crisis yaaaa …….

deathstroke rulz man!

Post a Comment

About me

  • Buruh pocokan dengan penghasilan pas-pasan dan ketertarikan (yang menjurus pada obsesif) pada internet, sejarah Perang Saudara Amerika, bangunan-bangunan tua (terutama yang sudah tidak terurus), komik, wayang orang, ejaan lama dan barang gratisan.